Ridwan Kamil

Golkar

Gubernur Jawa Barat (2018 - 2023)

Ridwan Kamil

Pasangan Kandidat

Tokoh Pendukung

Ahmad Riza Patria

Ahmad Dhani

Basri Baco

Adhinusa

Sufmi Dasco Ahmad

Hidayat Nur Wahid

Nachrowi Ramli

Agung Laksono

Tantowi Yahya

Dede Yusuf

Adang Dorodjatun

Partai Koalisi

Tidak ada partai koalisi

Latar Belakang

Umur

53 tahun


Tempat & Tanggal Lahir

Bandung, Jawa Barat, 4 October 1971

Jumlah Aset

Rp22,757,418,269

Jumlah Hutang

Rp4,000,000,000

Kekayaan Bersih

Rp22,757,418,269

BIOGRAPHY

Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. (lahir 4 Oktober 1971), dikenal dengan sapaan Kang Emil atau diinisialkan dengan singkatan RK, adalah seorang arsitek dan politisi Indonesia. Ridwan memulai kariernya sebagai arsitek di beberapa perusahaan. Selesai mengambil S-2 di Amerika, Ridwan kembali ke Indonesia dan menjadi dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung selama 14 tahun di program studi Teknik Arsitektur. Ia kemudian menjadi salah satu pendiri perusahaan konsultan bernama Urbane pada 2004. Pada 2013, Ridwan memulai karirnya di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung. Pada penghujung masa jabatannya sebagai wali kota, Ridwan pun mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat dan terpilih untuk periode 2018 hingga 2023. Ridwan Kamil kembali mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jakarta untuk Pilkada 2024. Pencalonannya ini didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan sejumlah partai politik lainnya, termasuk PKS dan NasDem


Sumber: Detik.com

PENCAPAIAN

Visi "Jabar Juara" Yang Berhasil Ditorehkan Ridwan Kamil Hingga Provinsi Jabar Berhasil Menjadi Juara PON XX

Peraih Penghargaan Green Leadership Tahun 2022

Prestasi Ridwan Kamil dalam Menunjukkan Pengelolaan Anggaran Yang Baik dan Pemenang Peringkat Ketiga Sebagai Perangkat Daerah Pemrakarsa Terbaik TKKSD Awards Tahun 2022

Peraih Penghargaan GO SMART Award 2023

Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri

KONTROVERSI

4 Kontroversi Ridwan Kamil Selama Menjabat Sebagai Gubernur Jabar

Cuitan Lama Ridwan Kamil di Twitter Yang Dianggap Mendiskreditkan Warga Jakarta

Kontroversi 'Pojok Dilan' Yang Berubah Nama Menjadi 'Pojok Literasi'

Daftar Kandidat